img
asatunews
SEKILAS JAKARTA
  • Presiden AS Barack Obama memesan Nasi Goreng di restoran Bali langsung dari Amerika
  • Menurut United Stated Trade Representatives, 25% obat yang beredar di Indonesia adalah palsu.
  • Menurut peneliti di Detroit, orang yang selalu tersenyum lebar cenderung hidup lebih lama.
  • WHO merilis, 30 persen anak-anak di dunia kecanduan menonton televisi dan bermain komputer.
  • Anak yang mengalami gangguan tidur, cenderung memakai obat2an dan alkohol berlebih saat dewasa.
Sabtu, 14 Maret 2020 - 16:04:08 WIB

Berkembangnya Ekonomi Kreatif

Penulis : Rini Puspasari
Kategori: Artikel - Dibaca: 222 kali

 

 

Industri kreatif di-Indonesia tumbuh berkembang. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya pelaku usaha yang kreatif. Baik usaha bidang kuliner. Bisnis kerajinan tangan. Usaha kedai kopi. Sampai percetakan online.

 

Tempat usaha yang strategis tidak lagi penting. Usaha kecil dan menengah bisa dijalankan di rumah-rumah. Kios di perumahan-perumahan. Bahkan ada usaha yang tidak memerlukan tempat usaha dan produk. Hebat kan?

 

Hadirnya aplikasi di perangkat telepon, mendorong usaha kuliner meningkat penjualannya.  Bisnis paling bersinar pada dekade ini adalah  usaha kuliner. Para pedagang kecil maupun menengah bisa bekerja sama dengan jasa antar barang. Di masa lalu, untuk membeli seporsi makanan misalnya, harus pergi ketempat para pedagang, kadang jaraknya cukup jauh. Kini semua sudah tersedia dalam genggaman. Seolah para pedagang itu ada di rumah anda.  

 

Pasar juga online. Melalui Market place atau pasar online,   Pengusaha-pengusaha baru semakin banyak. Pedagang-pedagang pakaian dan kebutuhan rumah tangga konvensional, memilih beralih ke pasar online. Fashion Branded pun ikutan banting stir.

 

Modal bukan lagi menjadi masalah. Bagi yang ingin berjualan tetapi tidak punya modal besar dan tidak punya barang, tetap bisa usaha. Yaitu dengan cara menjadi Reseller atau Dropshiper. Mudah bukan?  

 

Internet super cepat untuk mendukung industry kreatif  harus terus ditingkatkan. Bertemunya para pembeli dan pedagang di dunia maya, mendorong penyedia jasa layanan komunikasi terus berinovasi. Trafic dengan basis data terus naik tajam. Pembangun infrastruktur yang mendukung tekhnologi 5G dan 5,5G, harus!  Internet bukan lagi barang mewah, tetapi sudah menjadi kebutuhan primer masyarakat, baik strata ekonomi kelas bawah maupun kalangan elit. Mengutip ungkapan yang viral di media sosial.

 “Hidup senang itu gampang, yang penting internetan lancar, cepat, murah dan melimpah, udah itu aja”.  

 

  

Oleh : Rizal Katili


BERITA TERKAIT